Asalamualaikum wr, wb para Kyai dan Ustadz.
Saya Zihan dari Malang, mohon izin bertanya, bagaimana agar kita bisa dengan ikhlas memaafkan kesalahan orang lain?
Wasalamualikum, wr. wb.

Asalamualaikum wr, wb.
Penanya dan pembaca yang dirahmati Alloh SWT.
Sifat pemaaf merupakan salah satu akhlak terpuji dalam Islam. Banyak sekali ayat al-Quran dan hadits nabi Muhammad Saw yang memuji perilaku memaafkan kesalahan orang lain. Di dalam QS. Ali Imran ayat 134, misalnya, Allah menyebutkan 3 kriteria orang yang bertakwa:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Tentu, bukan perkara mudah untuk dapat memaafkan dengan ikhlas kesalahan orang lain. Terkadang mulut memaafkan, namun hati masih menyimpan amarah dan dendam. Lalu bagaimana agar dapat ikhlas memaafkan kesalahan orang lain?
Ada dua pendekatan yang dapat coba ditempuh:

Pertama, melalui pendekatan ilmu dengan memikirkan keutamaan memaafkan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tumbuhkan keyakinan bahwa kesalahan orang lain adalah ladang kebaikan yang Allah berikan kepada kita bila disikapi dengan sabar dan memaafkan.

فمن عفا وأصلح فأجره على الله
Barangsiapa yang memaafkan dan mendamaikan maka pahalanya dari Allah SWT (QS: Asy-Syura: 40)

Sementara dalam hadits disebutkan:

وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
Tidaklah Allah SWT menambahkan sesuatu kepada orang yang memaafkan kecuali kemuliaan (Al-Muwatta’ karya Imam Malik).

Kedua, melalui pendekatan amal dengan mendoakan kebaikan terhadap orang yang bersalah kepada kita. Jangan sekali-kali mendoakannya dengan keburukan. Lebih jauh bahkan bisa dengan memberi hadiah pada orang tersebut agar rasa marah memudar berubah menjadi rasa persaudaraan.

Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal yang wajar. Namun, bila mampu mampu membalas keburukan dengan kebaikan, itulah hakikatnya orang baik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وأحسنْ إلى مَنْ أساءَ إليكَ
Berbuat baiklah pada orang yang bersalah padamu

تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ ، وتَهَادَوْا تَحَابُّوا ، وَتَذْهَبُ الشَحْنَاءُ
“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.”

Wallahu A’lam, semoga bermanfaat.
Wassalamulaikum, wr, wb.
Dijawab oleh UST ROBITUL FIRDAUS, S.H.I, M.S.I., P.HD, ANGGOTA KOMISI FATWA MUI KAB. JEMBER

By MUI Jember

Akun Resmi MUI Kab Jember • Rumah Besar Ulama Zu'ama dan Cendekiawan Muslim • Menyebarkan Islam Wasathiyah •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.