JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember dalam berbagai persoalan kemasyarakatan. Sinergi antara unsur ulama dan umaro’ dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan Jember dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

Pemkab Jember Gandeng MUI Perkuat Sinergi

Hal tersebut disampaikan Bupati Jember dalam momentum Pelantikan Pengurus MUI Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha Jember.

Bupati menyampaikan bahwa sejumlah fenomena dan persoalan yang berkembang di Kabupaten Jember telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, beberapa persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk MUI, agar dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih rendahnya capaian program imunisasi di Kabupaten Jember.

Bupati berharap kolaborasi antara Pemkab Jember dan MUI dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat.

“Tidak perlu khawatir lagi soal haram dan halalnya secara syar’i, karena akan senantiasa dijustifikasi oleh MUI. Kita tanyakan kepada ahlinya, yaitu MUI,” tegas Bupati.

Pemkab Jember dan MUI Akan Perkuat Edukasi Imunisasi

Bupati memastikan Pemkab Jember akan menggandeng MUI untuk menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat bahwa imunisasi merupakan bagian dari anjuran pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan MUI diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat, khususnya terkait aspek keagamaan yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menerima program imunisasi.

Bupati juga menyampaikan keyakinannya bahwa MUI telah memberikan penegasan terkait persoalan imunisasi tersebut.

“Pemkab Jember akan menggandeng MUI untuk menyampaikan kepada masyarakat secara langsung bahwa imunisasi merupakan anjuran pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada persoalan imunisasi saja. Ke depan, sinergi antara Pemkab Jember dan MUI diharapkan dapat diperluas untuk menangani berbagai persoalan sosial dan kemasyarakatan lainnya.

Sinergi Dilakukan Bertahap dan Berkelanjutan

Bupati menyadari bahwa membangun pola kolaborasi yang kuat membutuhkan proses. Karena itu, sinergi antara Pemkab Jember dan MUI akan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, serta menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi atau sinergi antara Pemkab Jember dengan MUI perlu dilakukan secara pelan tapi pasti serta berkelanjutan, sebab masih dibutuhkan adaptasi antara keduanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan dan masyarakat Jember yang semakin harmonis, inklusif, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pelantikan MUI Jember Masa Khidmat 2026–2031

Pelantikan Pengurus MUI Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031 di Pendopo Wahyawibawagraha menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan organisasi keulamaan.

Bupati menegaskan bahwa keterlibatan Pemkab Jember bersama MUI tidak memiliki tendensi politik maupun kepentingan tertentu.

Menurutnya, kolaborasi tersebut murni diarahkan untuk membangun komunikasi dan kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Tidak ada niat tendensius, apalagi politis. Ini diniati bahwa MUI dan Pemkab Jember akan berkolaborasi untuk mewujudkan Jember baru yang berperadaban,” pungkas Bupati.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan MUI Kabupaten Jember periode 2026–2031, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara ulama dan umaro’. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan Jember yang lebih maju dan berperadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *