Pengukuhan Dewan Pimpinan beserta ketua dan anggota Komisi MUI Kabupaten Jember
Masa Khidmat 2026–2031.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله سيدنا محمد

وعلى اله وصحبه ومن والاه رب اشرح لي صدري ويسر لي امري

واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي اما بعد .

Sambutan Ketua Umum MUI Kab. Jember

Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah ﷻ dalam acara pengukuhan dewan pimpinan, ketua, sekretaris dan anggota komisi MUI kab. Jember masa khidmat 2026–2031. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad ﷺ.

Dalam kesempatan ini ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan :

Yang pertama. Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkenan memberikan dukungan, kontribusi, bantuan, serta memfasilitasi terselenggaranya kegiatan Pengukuhan Dewan Pimpinan beserta ketua dan anggota Komisi MUI Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031. Secara khusus, penghargaan dan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati Jember beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember atas perhatian, dukungan, dan fasilitas yang telah diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kepada seluruh pihak yang telah turut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini, kami sampaikan jazakumullah khaira al-jaza’, semoga Allah ﷻ membalas segala kebaikan, perhatian, dan pengabdian panjenengan semuanya.

Yang kedua, Atas nama MUI kab. Jember kami sampaikan banyak terima kasih kepada para kyai, para bu nyai, para ustadz, para ustadzah, para tokoh masyarakat, para guru besar, para akademisi, para praktisi dan unsur elemen masyarakat lainnya yang dengan ikhlas sudi dimasukkan sebagai pengurus harian dan komisi MUI Kab. Jember masa Khidmat 2026–2031. Sejak awal harus kami tegaskan bahwa menjadi pengurus MUI tidak hanya harus siap berkorban waktu, pikiran dan tenaga, akan tetapi juga harus siap berkorban finansial demi menjamin keberlangsungan derap roda organisasi dan suksesnya program kerja yang telah ditetapkan bersama. Hal ini disebabkan karena kondisi saldo akhir anggaran yang tersisa selama periode sebelumnya sangat-sangat terbatas ( Rp 437.997 rupiah). Atas ketulusan dan kesediaan tersebut, kami mengucapkan jazākumullāhu khairal-jazā’. semoga seluruh pengabdian bapak/ibu semua menjadi amal saleh dan mendapat balasan terbaik dari Allah ﷻ. Aamiin YaaRobbal Alamiin

Yang ketiga: kami berpandangan bahwa manusia, di samping memiliki dimensi fisik, jasmani, dan materi, juga memiliki dimensi psikis, ruhani, dan spiritual. Sehingga secara umum dapat ditegaskan bahwa pembangunan manusia pada dimensi fisik, jasmani, dan materi adalah pemerintah (umaro’) sebagai aktor utamanya, sedangkan pemerintah berperan memberikan dukungan, fasilitas, dan penciptaan lingkungan yang kondusif. Sedangkan pada sisi lainnya adalah ulama berperan sebagai penasehat yang memberikan arahan, panduan, pengayom, dukungan dan penguatan bagi umaro’ dan ummat.

Berdasarkan pandangan tersebut, maka ulama dan umara merupakan dua elemen yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan manusia seutuhnya. Keduanya tidak boleh saling menegasikan, akan tetapi justru harus saling melengkapi, menguatkan, kooperatif, koordinatif dan konsolidatif sesuai dengan peran dan kapasitasnya masing-masing. Sinergitas yang solid antara ulama dan umara ini akan melahirkan pembangunan manusia yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara mental, moral dan spiritual sehingga akan terwujud manusia yang berakhlaq,  sejahtera, berkemakmuran, berkeadilan, dan berperadaban.

Pada akhirnya, sinergitas tersebut diharapkan mampu mengantarkan masyarakat menuju terwujudnya sebuah negeri yang dicita-citakan bersama, yaitu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur adalah  sebuah negeri yang baik, sejahtera, dan senantiasa berada dalam naungan dan ampunan serta ridha Allah ﷻ. Inilah yang mungkin menjadi pesan penting dari sebuah hadis Nabi yang sangat terkenal yang terdapat di dalam kitab hilyatul awliya’ wa thabaqatul ashfiya’, juz 4 halaman 96 sebagai berikut:

اثنان من الناس إذا صلحا صلح الناس، وإذا فسدا فسد الناس: العلماء والأمراء

“Ada dua golongan manusia yang apabila keduanya baik, maka akan baiklah masyarakat; dan apabila keduanya rusak, maka akan rusak pula masyarakat: yaitu ulama’ dan umara’.”

Tentang signifikansi sinergi dan kolaborasi antara ulama dan umara juga ditegaskan oleh Imam al-Ghazali di dalam kitab ihya’ ulumuddin juz 1 halaman 17 sebagai berikut:

ولا يتم الدين إلا بالدنيا والملك، والدين توأمان فالدين أصل والسلطان حارس، وما لا أصل له فمهدوم وما لا حارس له فضائع

“Agama tidak akan dapat terlaksana dengan sempurna tanpa kehidupan dunia. Kekuasaan dan agama adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan; agama merupakan fondasi, sedangkan kekuasaan adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak memiliki fondasi akan runtuh, dan sesuatu yang tidak memiliki penjaga akan hilang dan lenyap.”

Selanjutnya, kami ingin menegaskan bahwa tugas pokok MUI adalah sebagai khadim al-ummah (pelayan masyarakat) dan shadiq al-hukumah (mitra pemerintah). Sebagai pelayan masyarakat atau khadim al-ummah, MUI harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi dan kegelisahan masyarakat, memberikan bimbingan dan pencerahan, serta ikut berkontribusi dalam memebrikan solusi yang solutif atas berbagai persoalan sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang tengah berkembang.

Sebagai shadiq al-hukumah, MUI hadir sebagai mitra pemerintah yang independen, kritis, konstruktif dan obyektif. MUI berkewajiban memberikan pandangan keagamaan, nasihat, arahan serta pertimbangan moral bagi kebijakan yang terkait erat dengan kepentingan dan hajat hidup masyarakat. Mendukung kebijakan yang baik dan memberi masukan terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki merupakan bagian dari tanggung jawab MUI sebagai mitra pemerintah.

Dengan berprinsip pada khadim al-ummah dan shadiq al-hukumah, kami berharap MUI Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031 dapat senantiasa dekat dengan masyarakat, bersahabat dengan pemerintah, kritis dan obyektif dalam bersikap, serta selalu berpijak pada prinsip dar’u al-mafasid dan jalbu al-mashalih. Sebab, ukuran indikator keberhasilan MUI bukan semata-mata tergantung pada banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, akan tetapi tergantung pada seberapa besar manfaat dan kemaslahatan yang dapat dihadirkan oleh MUI bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Selanjutnya, dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh tamu undangan dan semua pihak apabila dalam penyambutan, pelayanan, maupun selama proses penyelenggaraan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, kekhilafan, keteledoran, atau hal-hal lain yang kurang berkenan.

Sesungguhnya segala kekurangan adalah bagian dari keterbatasan kami, sedangkan segala kebaikan dan kelancaran yang terjadi hanyalah semata-mata atas pertolongan dan ridha Allah ﷻ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *