Kepercayaan besar kembali diberikan kepada Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag untuk memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember pada periode 2026–2031. Amanah ini bukan tanpa alasan—kepemimpinan beliau pada periode sebelumnya dinilai berhasil menjaga eksistensi dan peran strategis MUI di tengah perubahan sosial dan tantangan keagamaan yang semakin kompleks.
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jember 2026 yang digelar di Gedung Business Education Center UIN KHAS Jember, Sabtu 4 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang penting yang mempertemukan para ulama, tokoh organisasi Islam, serta akademisi dari berbagai institusi di Jember dalam satu forum musyawarah.
Dalam sidang pleno yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag yang juga dikenal sebagai dosen Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN KHAS Jember—kembali terpilih secara aklamasi. Keputusan ini mencerminkan kuatnya dukungan peserta Musda terhadap kepemimpinan beliau untuk melanjutkan estafet organisasi lima tahun ke depan.
Ketua tim formatur, KH Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab, menjelaskan bahwa keputusan aklamasi diambil berdasarkan berbagai pertimbangan matang. Menurutnya, kepengurusan sebelumnya dinilai mampu menjaga kekompakan antarulama sekaligus responsif dalam menghadapi persoalan umat yang terus berkembang.
Tak hanya menetapkan ketua umum, forum Musda juga menyusun struktur kepengurusan baru yang melibatkan beragam elemen organisasi Islam serta kalangan akademisi. Komposisi kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas organisasi dalam menjalankan program keumatan.
Beberapa posisi strategis seperti Wakil Ketua Umum diisi oleh perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Muslimat, hingga unsur akademisi. Sementara itu, posisi Sekretaris Umum kembali dipercayakan kepada Dr. KH Abdul Wahab dan Bendahara Umum Ir. H. Slamet Sulistiyono, S.P., M.Tr.P., IPM., ASEAN Eng., menunjukkan kesinambungan dalam manajemen organisasi.
Menanggapi amanah yang kembali diembannya, Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar yang harus dijalankan. Ia menegaskan bahwa tantangan MUI ke depan tidaklah ringan, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan yang kerap memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap fatwa yang dikeluarkan MUI melalui proses panjang yang melibatkan kajian mendalam dan musyawarah para ulama. Hal ini menjadi jaminan bahwa setiap keputusan bersifat independen dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun keagamaan.
Di sisi lain, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni Zein, turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu semakin memperkuat peran ulama dalam kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa MUI merupakan wadah besar bagi ulama dan cendekiawan untuk memberikan pencerahan serta solusi atas berbagai persoalan umat.
Dengan arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, keberadaan MUI diharapkan mampu menjadi penuntun sekaligus rujukan utama bagi masyarakat dalam memahami isu-isu keagamaan secara bijak dan mendalam.
Dengan senantiasa memohon petunjuk dan lindungan Allah SWT, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember memandang…
Pendopo Wahyawibawagraha, 29 September 2025 | Pukul 16.00 – 17.30 WIB Audiensi Majelis Ulama Indonesia…
Berikut ini adalah nama-nama yang dinyatakan lolos seleksi berkas pendaftaran Beasiswa Pendidikan Kader Ulama yang…
Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU) merupakan salah satu upaya strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI)…
Pendaftaran Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama – Khusus Warga Jember MUI Kabupaten Jember membuka kesempatan…
Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Jember Masa Khidmat 2024–2026 Jember,— Dewan Pimpinan…